SPONSOR

Saturday, March 4, 2017

Battery ( AKI )

 
Batere adalah suatu alat penyimpan energi listrik yang dapat diisi (charge) setelah energi yang digunakan. Kapasitas atau kemampuan menyimpaan energi ditentukan oleh semua komponen didalam batere seperti jenis material yang digunakan dan jenis elektrolitenya sehingga dikenal batere asam dan batere alkali. 

Alat untuk mengisi energi listrik kedalam betere dinamakan rectifier (charging) yang berfungsi mengubah arus bolak-balik menjadi searah dan tegangan outputnya sesuai dengan tegangan batere. Kapasitas rectifier ini ditentukan oleh kapasitas batere, sehingga besarnya arus dan tegangan pengisian serta waktu sangat menentukan kondisi batere. Jika tegangan baik dan sesuai (lebih tinggi dari pada tegangan batere) sehingga arus pengisian dapat mengalir mengisi batere tersebut. 

Untuk mengetahui apakah batere sudah terisi penuh dan dapat menyimpannya dengan baik maka perlu dilakukan pengukuran kondisi batere dengan cara menguji secara simulasi beban yang dapat diatur sehingga arusnyapun dapat diatur pada arus yang tetap maka tegangan batere akan turun dari nominalnya. Waktu penurunan tegangan dibandingkan dengan karakteristik batere tersebut maka dapat diketahui kondisi batere tersebut, apakah mempunyai kapasitas yang baik atau buruk < 40 %. 

Proses Pengisian Batere 

Ketika arus melalui eletrolite KOH sehingga molekul memisahkan diri menjadi ion K+ dan (OH-). Ion (OH-) bergerak ke plate +ve dan ion K+ menuju plate –ve. 
Jadi plate +ve mengubah ion 2Ni(OH)3, begitu juga plate –ve akan merubah Fe. Sebebnarnya disini tidak terjadi perubahan komposisi dari elelktrolite dan spesifik gravity tetap konstan selama proses pengisian dan pengosongan (charging dan discharging). 

Proses Pengosongan Batere 

Terjadi proses kebalikan terhadap proses pengisian dimana, 
plate +ve adalah 2Ni(OH)3 + K → 2Ni(OH)+2KOH 
plate –ve adalah Fe + 2KOH → Fe(OH)2 

Disini terjadi proses perubahan menjadi seperti keadaan semula. Selama pengosongan diperoleh keuntungan kondisi yang tetap dimana merupakan keuntungan yang besar dibandingkan dengan batere asam. 

Efisiensi ampere jam (AH effisiensi) 

Efisiensi ini tidak dipengaruhi perubahan tegangan selama pengisian maupun pengosongan.dan besarnya efisiensi pada batere asam antara 90 -95 % sedangkan batere alkali rata-rata 80 %. 

Standarisasi 

Besarnya arus pengisian adalah : 
- Batere Alkali : 0,2 X C ( 0,2 X kapasitas batere ). 
- Batere Asam : 0,1 X C ( 0,1 X kapasitas batere ) 
- Pada operasi floating arus yang mengalir ke batere relatif kecil . 

Penjelasan dari standar 0.2 C dan 0.1 C adalah , bahwa batere akan diberlakukan pengujian pengisian maupun pengosongan dengan rumus arus 0.2 atau 0.1 dari kapasitas batere. Sebenarnya banyak standard yang dapat digunakan, hal ini tergantung pada jenis batere dan karakteristiknya serta spesifikasi dari pabrik.

Kapasitas batere dengan satuan AH (ampere hours) ditentukan oleh perencanaan yang direalisasikan pada material yang digunakan dan juga ukuran dari elektrode dan media diantaranya serta jenis eletrolyte. 

PENGUJIAN KAPASITAS BATERE. 

Kapasitas suatu batere adalah menyatakan besarnya arus listrik ( Ampere ) batere yang dapat disuplai / dialirkan ke suatu rangkaian luar atau beban dalam jangka waktu ( jam ) tertentu, untuk memberikan tegangan tertentu Kapasitas batere ( Ah ) dinyatakan sebagai berikut : 

C = I x t 

Dimana : 
C = Kapasitas batere ( Ah ) 
I = Besar arus yang mengalir ( A ) 
T = Waktu ( jam ). 

Pada batere alkali nickel-cadmium ( NiCd ) umumnya kapasitas batere dinyatakan dalam C5 dan untuk batere Asam C10. 
C5 dan C10 menyatakan besarnya kapasitas batere dalam Ah yang tersedia selama 5 jam untuk C5 , dan 10 jam untuk C10. 

Pengujian kapasitas batere dilakukan pada : 
- Saat komisioning batere (Initial Charge) 
- 5 tahun setelah operasi. 
- Kemudian dilakukan setiap 2 tahun 
- Pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui kapasitas batere yang sesungguhnya.

Menetukan Jumlah Titik Lampu Dalam Sebuah Ruangan Gedung

Perhitungan daya dipengaruhi beberapa faktor, seperti fungsi ruang ( untuk menentukan terang lampu ), jenis lampu ( mempengaruhi banyaknya cahaya yang dipancarkan ), dan jumlah armatur/ titik lampu ( agar distribusi cahaya lebih merata dan sesuai kebutuhan ). Daya listrik terpasang tak boleh melebihi angka maksimum yang ditentukan untuk setiap ruang.

Menurut SNI, daya pencahayaan maksimum untuk ruang kantor/ industri adalah 15 watt/ m2. Untuk rumah tak melebihi 10 watt/m2.( tambahan Ir. Hartono Poerbo, M.Arch : untuk toko 20-40 watt/m2, hotel 10-30 watt/m2, sekolah 15-30 watt/m2, rumah sakit 10-30 watt/m2 ). Coba terapkan perhitungan ini pada setiap ruang di rumah, kemudian jumlahkan dan dirata-rata. Misalnya, rumah anda berukuran 36 m2, maka jumlah daya untuk lampu harus di bawah 360 watt. Jika jumlahnya berlebih, sebaiknya kurangi titik lampu atau gunakan jenis lampu hemat energi.

( SNI adalah standar konservasi energi sistem pencahayaan pada bangunan yang dimaksudkan sebagai pedoman bagi semua pihak yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengelolaan bangunan untuk mencapai energi efesien. Standar ini dibuat oleh Badan Standarisasi Nasional ( BSN ) yang bekerja sama dengan instansi terkait. Standar kebutuhan terang untuk rumah tinggal juga tersedia sehingga bila anda membutuhkannya untuk keperluan desain, anda bisa mendapatkannya di kantor BSN, Senayan, Jakarta ).

10 jam hemat energi, solar dan batubara juga dihemat.

Jika kita menghemat daya sebesar 100 watt selama 10 jam, maka kita menghemat energi sebesar 1000 watt-jam atau 1 kWh. Ini artinya menghemat energi pada pembangkit listrik sebesar 10 kali lipat, yaitu 10 kWh. Energi sebesar ini setara 0,75 liter solar atau 1,5 kg batubara. ( Pekik Argo Dahono/ Kompas ).

Contoh perhitungan :

Luas ruang makan : 5 m x 4 m = 20 m2. Daya lampu : 3 buah ( titik lampu ) x 15 watt = 45 watt. Daya : luas ruang = 45 : 20 = 2, 25 watt/m2 ( memenuhi syarat ).

Menentukan posisi lampu.

Anatomi lampu pijar, atau bohlam. Kawatnya akan putus setelah sekian ratus kali pemakaian. Sekitar 3 bulan.

Menghitung kebutuhan cahaya dalam ruangan memang tidak mudah. Untuk menentukan secara akurat, biasanya dilakukan oleh para profesional di bidang perlampuan. Namun, tak ada salahnya jika anda mengerti sedikit mengenai prinsip penentuan titik lampu. Perhitungan ini gunanya agar lampu yang digunakan jumlahnya pas dengan kebutuhan. Jika kurang atau berlebihan, selain boros, juga menyebabkan ketidaknyamanan di mata. Contoh berikut menggunakan downlight yang memiliki sudut cahaya 30°.

Hitung ketinggian plafon dan tinggi bidang kerja dari atas lantai. Misalnya, tinggi plafon 3 meter dan bidang kerja 80 cm. Yang dimaksud dengan bidang kerja adalah area yang paling banyak digunakan untuk berkegiatan di ruang tsb. Di ruang kerja, misalnya, kegiatan menulis dan membaca di atas meja, adalah yang paling sering dilakukan. Ketinggian meja tsb, nantinya menjadi patokan tinggi bidang kerja. Setelah itu dengan rumus Pythagoras anda bisa menghitung jarak antar titik lampu di ruang tsb.

Lumen adalah jumlah cahaya yang dihasilkan sebuah lampu. Lumen dipakai sebagai satuan kuat/ terang cahaya. Jarak antara permukaan meja dengan armatur lampu gantung tidak lebih dari 75 cm. Jarak yang lebih besar menyebabkan panas yang dikeluarkan lampu akan terasa saat orang akan berdiri. Jarak ideal antara titik penerangan lampu ( di plafon ) dengan lantai adalah 2,5 meter. Di ketinggian manapun lampu diletakkan, usahakan agar jarak ini terpenuhi, supaya terang lampu yang diterima ruang tidak berkurang.

Menghitung jumlah lampu & daya listrik

Arus cahaya disimbolkan Ø, satuannya lumen, rumusnya Ø = I x watt.Kuat cahaya disimbolkan I, satuannya candle, rumusnya I = Ø wattKuat penerangan disimbolkan E, satuannya lux, rumusan E = Ø : AA adalah luas bidang kerja. Ø = E x A. Untuk kantor 200-500. Untuk rumah 75 – 250.

Untuk sistem penerangan langsung dengan warna plafon dan dinding terang, CU ( coeffesien of utilization ) –nya 50-65 %. Light loss factor ( LLF ) = 0,7-0,8. LLF tergantung ; kebersihan sumber cahaya, tipe kap lampu, penyusutan cahaya dari permukaan lampu, dll.

Rumus menghitung jumlah lampu :

Jumlah lampu ( N ) = kuat penerangan ( E ) x luas bidang kerja ( A ) dibagi Ø lumen lampu x LLF x CU

Contoh perhitungan : ruangan kantor berukuran 20 x 10 x 3 m direncanakan memakai TL 4 x 40 watt dengan penerangan E = 300 lux. Hitung, jumlah lampu dan daya listrik yang dibutuhkan.

Penyelesaian : dari tabel,

Untuk 1 bh TL 40 watt, jumlah lumen = 40 x 75 = 3000 lumen. Untuk 4 TL 40 watt, jumlah lumen = 4 x 3000 = 12.000 lumen.

Dipilih CU 60 % dan LLF 0,8

Jumlah lampu yang dibutuhkan ( N ) = E x A dibagi lampu x CU x LLF = 300 x 200 dibagi 12000 x 0,6 x 0,8 = 10,4

Jadi N = 11 buah 4 x TL 40 watt. Pemakaian watt untuk lampu TL 40 watt termasuk ballast = 50 watt. Jumlah beban dari lampu = 11 x 4 x 50 watt = 2200 watt. Untuk stop kontak peralatan kantor diperhitungkan 20 % dari beban lampu = 20 % x 2200 watt = 440 watt. Total kebutuhan watt = 2640 watt, atau watt/m2 = 13, 4. Untuk perumahan, jumlah stop kontak diperhitungkan masing2 satu buah @ 100 watt pada kamar tidur, ruang tamu dan dapur. Daya cadangan listrik ( generator set diesel ) harus dapat melayani emergency load. Rumusnya :

Cavity Ratio ( CR ) = 2,5 x area of cavity wall dibagi area of work plane

Tagihan listrik dari mana ?

Pilih bohlam atau neon ? CFL bisa mengurangi tagihan listrik. Apalagi jika tak lupa mematikan lampu setelah selesai menggunakan ruangan. Memang harga awal lebih mahal, tapi jika awet dan konsumsi listriknya lebih rendah, kita bisa berhemat berkali-kali lipat.

Perhitungan rekening listrik dari PLN dilakukan melalui besar pemakaian kWH atau stand meter ( awal – akhir, dalam satuan kWH ). Penggolongan tarif didasarkan besar kebutuhan daya, mulai skala rumah tangga, sampai industri besar. Simulasi rekening bisa diakses di situs www.pln.co.id.

Di situs ini, kita dapat menghitung biaya tagihan, berapa biaya pasang baru atau mengubah daya listrik. R1 ( 900, 1300 ) dikategorikan rumah tangga kecil, bea beban dibagi atas blok2. R2 ( 3500 ) dikategorikan rumah tangga menengah, bea beban tidak dibagi blok konstan dengan nilai yang lebih tinggi. ( Serial Rumah ).

ACCESS CARD

Sering anda melihat tentunya, di beberapa perkantoran orang menggunakan kartu yang ditempelkan pada perangkat pendeteksi untuk membuka pengunci pintu. Ya itulah ACS, atau Access Control System. Secara sederhana ACS hanya membutuhkan Master Controller, Slave Controller, card reader, Server verifikasi, danelectronic lock. Namun untuk menjalankan fungsi keamanan system ini biasanya dilengkapi pula dengan manual door release dan sensor release dari sistem alarm gedung, sehingga pada saat darurat pintu tersebut masih dapat terbuka baik manual maupun otomatis.

    Antara controller dihubungkan oleh 2 jenis kabel, yaitu 1 kabel power (biasanya berupa 24 VDc) dan 1 kabel data yang digunakan untuk komunikasi antara server dengan card reader (biasanya menggunakan protokol komunikasi RS-485). Cara kerjanya sebetulnya cukup mudah, yaitu pada saat kartu indentitas ditempelkan, maka card reader akan mengirimkan data kartu untuk diverifikasi oleh server. Jika tidak dikenal atau tidak dijinkan maka server akan mengirimkan konfirmasi ke card readerbahwa kartu tersebut ditolak sehingga electronic door lock tidak akan terbuka. Sebaliknya jika dikenal dan diijinkan maka server akan mengirimkan konfirmasi ke card reader, sehingga card reader akan membukakan electronic door lock. Pada saat itu server juga mencatatkan data dari waktu kartu tersebut masuk ke ruangan. Pada beberapa sistem, mengharuskan kartu log in dan log out, dengan kata lain jika kartu teregister masuk (log in)tidak akan divalidasi masuk lagi sebelum dia melakukan register keluar (log out).

    Electronic Door lock terhubung ke perangkat card reader, ada beberapa macam yang banyak digunakan diantaranya adalah magnetic lock dandrop bolt. Magnetic Lock adalah perangkat pengunci pintu yang menggunakan prinsip magnet, dimana pada saat membuka, medan magnet pengunci akan dilepas. Magnetik lock dibedakan berdasarkan kekuatan magnetnya, disesuaikan dengan kebutuhan atau jenis pintu yang digunakan. Sedangkan untuk jenis drop bolt, berupa baut pengunci yang dikendalikan secara magnetik, pada saat pintu terbuka baut tersebut akan tertarik keatas sehingga membuka kuncian pintu. Jika pintu menutup maka sensor magnetik pada drop boltakan mendeteksi bahwa pintu tertutup, dalam waktu tertentu baut tersebut akan di release sehingga mengunci pintu. Catatan untuk jenis drop bolt, diperlukan lengan per yang menahan pergerakan pintu sehingga pada saat kembali ke posisi semula akan menempatkan lobang baut tepat pada lokasi bolt akan dijatuhkan. Dari kedua jenis elektronic lock tersebut terdapat dua jenis perbedaan yang nyata, yaitu magnetic lockmemerlukan listrik untuk mengunci, sedangkan drop bolt sebaliknya. sehingga perlu di siapkan batere cadangan untuk mengantisipasi matinya listrik.

Konfigurasi ACS   

    Card reader sendiri saat ini terdiri dari banyak jenis, baik model RFID, maupun magnetik gesek, atau dapat pula menggunakan sensor sidik jari atau dengan cara memasukan kode password tertentu. Namun banyak pula yang menerapkan kombinasi diantara semuanya, semisal kartu dengan password, kartu dengan sidik jari, atau sidik jari dengan password. Selain digunakan sebagai perangkat keamanan, ACS sebetulnya dapat pula digunakan sebagai alat pendata kepegawaian, dimana pada server akan terdata dengan jelas, jam berapa pegawai tersebut masuk dan keluar.

ACCES CARD SYSTEM

Sistem Definisi Umum Acces Card

- PADA gedung-gedung bertingkat Baik Hunian (apartemen / hotel) maupun Perkantoran Dibutuhkan Suatu Sistem Keamanan Yang memisahkan wilayah ANTARA hearts daerah Dan Luar.

- Sistem tersebut Hanya membolehkan Penghuni, penyewa ATAU Tamu DENGAN Izin KHUSUS can be MASUK daerah Ke dalam (aman). Sistem Penyanyi can be Berupa Kartu id non elektronik Dan elektonik.

- PADA umumnya Apartment using ID Sistem elektronik Dan Pintu Yang dilengkapi DENGAN pengunci Kartu ID, sehingga personel TIDAK DAPAT MASUK daerah Ke Hunian Tanpa Kartu ID. Kartu ID Dimana Hanya dimiliki Oleh Penghuni.

- Sistem Penyanyi tergabung DENGAN SEBUAH PC di ruang kontrol, Dimana Dari PC Penyanyi SEMUA can be diprogram Baik kepemilikan Kartu ID, Peraturan Pintu, liburan, also can be dimonitor Lalu Lintas Kartu Yang through Pintu Yang Terpasang DENGAN Sistem Penyanyi.

- Selain ITU Sistem Pintu pengunci Kartu ID elektronik (acces card) Penyanyi dilengkapi also pengaman keadaan Darurat, HAL Penyanyi Dibutuhkan Bila Terjadi Kebakaran Maka Pintu akan Terbuka Beroperasi otomatis Penghasilan kena pajak ADA sinyal Dari Sistem Fire Alarm

Sistem Peralatan Utama PADA Acces Card

Control Unit Acces

Adalah Perangkat hardware diprogram Media sebagai kontrol, Dimana SEMUA Data Yang Tersimpan PADA PC akan dirubah through inverter elektronik Dan memberikan Perintah PADA tiap-tiap Pintu Acces Card.

Komputer pribadi

v \: * {perilaku: url (# # default VML);} 
o \: * {perilaku: url (# # default VML);} 
p \: * {perilaku: url (# # default VML);} 
.shape {perilaku: url (# # default vML);} 
v \: textbox {display: none;}

PC ATAU Komputer pribadi berfungsi sebagai Bank Data Dan pemograman Acces Card, masukan Dimana SEMUA acces kartu Baik kepemilikan Kartu, Lokasi Pemakaian Dan lain-berbaring diproses.

 Spesifikasi Teknis CPU Disesuaikan dengan gede Kapasitas / Memori PENGGUNAAN acces card

Card Reader Proximity

- Card Reader Penyanyi dipasang PADA daerah Pintu coridor ATAU lobi Dimana diperlukan acces control.-

- Card reader Penyanyi berfungsi sebagai Pembaca input data Saat Kartu elektonik di gesek ATAU ditempelkan, Maka sinyal akan terbaca PADA Acces Unit Kontrol untuk review kemudian melakukan Perintah Open / Close.

Elektronik Pintu Bolt

- DAPAT digunakan PADA Top berengsel ATAU pintu geser Baik PADA Pintu logam, aluminium Dan kayu.12V atau 24V - 24 Hr. dinilai solenoid

 - Pintu Bolt mempunyai kutub knob DENGAN magnetik Polaritas Yang saling menarik / mengunci Dan mempunyai Daya hentakan Yang stabil.

 - Dengan sensor PADA Pintu Dan kenop elektronik.

 - Power untuk review dekat Dan terbuka (kunci & unlock) Dorong Botton

- Dorong Botton terletak PADA Sisi hearts Dari Pintu Acces kartu, Dimana berfungsi sebagai beralih Pintu untuk review melakukan Perintah menutup / terbuka.

 - Spesifikasi standart: 24 VDC / 5 A, 2 pole

kartu Proximity

- Biasanya memenuhi standart untuk review ukuran Kartu Kredit Dan ketebalan Yang sama.

- DAPAT diformat ulang data yang untuk review baru.

- 125KHz / Pasif Jenis

- Kombinasi Kartu DENGAN Stripe Magnetic

- Kartu can be dicetak DENGAN logo ataupun nama di pemilik

 - PRG1000 Proximity Card Programmer: Perangkat untuk menulis pengguna, S format yang unik ke Proximity Card

Kartu Acces Sistem masalah Yang Sering Terjadi PADA

- Kartu TIDAK can membaca PADA card reader

- Rusak PADA mendorong Botton

- Pintu DENGAN pintu baut TIDAK senter

- Power supply / Instalasi

Kartu mangatasi * Masalah PADA Acces (pemecahan masalah)

- Pengaturan ulang ANTARA Pintu pintu DENGAN baut

- PC Riset

- Id Masukan kartu ulang

- Perbaikan (pengaturan ulang) Doorcloser / lantai musim semi

Tuesday, February 28, 2017

GENERATOR SET (GENSET)

Dalam pengoperasiannya, suatu instalasi GenSet memerlukan sistem pendukung agar dapat bekerja dengan baik dan tanpa mengalami gangguan. Secara umum sistem-sistem pendukung tersebut dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: 
1. Sistem Pelumasan 
2. Sistem Bahan Bakar 
3. Sistem Pendinginan 

1. Sistem Pelumasan 

Untuk mengurangi getaran antara bagian-bagian ya90(ng bergerak dan untuk membuang panas, maka semua bearing dan dinding dalam dari tabung-tabung silinder diberi minyak pelumas. 

Cara Kerja Sistem Pelumasan 

Minyak tersebut dihisap dari bak minyak 1 oleh pompa minyak 2 dan disalurkan dengan tekanan ke saluran-saluran pembagi setelah terlebih dahulu melewati sistem pendingin dan saringan minyak pelumas. Dari saluran-saluran pembagi ini, minyak pelumas tersebut disalurkan sampai pada tempat kedudukan bearing-bearing dari poros engkol, poros jungkat dan ayunan-ayunan. Saluran yang lain memberi minyak pelumas kepada sprayer atau nozzle penyemperot yang menyemprotkannya ke dinding dalam dari piston sebagai pendingin. Minyak pelumas yang memercik dari bearing utama dan bearing ujung besar (bearing putar) melumasi dinding dalam dari tabung- tabung silinder. 
Minyak pelumas yang mengalir dari tempat-tempat pelumasan kemudian kembali kedalam bak minyak lagi melalui saluran kembali dan kemudian dihisap oleh pompa minyak untuk disalurkan kembali dan begitu seterusnya. 


Gambar 1. Sistem Pelumasan 
1. Bak minyak 
2. Pompa pelumas 
3. Pompa minyak pendingin 
4. Pipa hisap 
5. Pendingin minyak pelumas 
6. Bypass-untuk pendingin 
7. Saringan minyak pelumas 
8. Katup by-pass untuk saringan 
9. Pipa pembagi 
10. Bearing poros engkol (lager duduk) 
11. Bearing ujung besar (lager putar) 
12. Bearing poros-bubungan 
13. Sprayer atau nozzle penyemprot untuk pendinginan piston 
14. Piston 
15. Pengetuk tangkai 
16. Tangkai penolak 
17. Ayunan 
18. Pemadat udara (sistem Turbine gas) 
19. Pipa ke pipa penyemprot 
20. Saluran pengembalian 

2. Sistem Bahan Bakar 

Mesin dapat berputar karena sekali tiap dua putaran disemprotkan bahan bakar ke dalam ruang silinder, sesaat sebelum, piston mencapai titik mati atasnya (T.M.A.). Untuk itu oleh pompa penyemperot bahan bakar 1 ditekankan sejumlah bahan bakar yang sebelumnya telah dibersihkan oleh saringan-bahan bakar 5, pada alat pemasok bahan bakar atau injektor 7 yang terpasang dikepala silinder. Karena melewati injektor tersebut maka bahan bakar masuk kedalam ruang silinder dalam keadaan terbagi dengan bagian-bagian yang sangat kecil (biasa juga disebut dengan proses pengkabutan) 
Didalam udara yang panas akibat pemadatan itu bahan bakar yang sudah dalam keadaan bintik-bintik halus (kabut) tersebut segera terbakar. Pompa bahan bakar 2 mengantar bahan bakar dari tangki harian 8 ke pompa penyemprot bahan bakar. Bahan bakar yang kelebihan yang keluar dari injektor dan pompa penyemperot dikembalikan kepada tanki harian melalui pipa pengembalian bahan bakar. 


Gambar 2. Sistem bahan bakar 
1. Pompa penyemperot bahan bakar 
2. Pompa bahan bakar 
3. Pompa tangan untuk bahan bakar 
4. Saringan bahar/bakar penyarinnan pendahuluan 
5. Saringan bahan bakar/penyaringan akhir 
6. Penutup bahan bakar otomatis 
7. Injektor 
8. Tanki 
9. Pipa pengembalian bahan bakar 
10. Pipa bahan bakar tekanan tinggi 
11. Pipa peluap. 

3. Sistem Pendinginan 

Hanya sebagian dari energi yang terkandung dalam bahan bakar yang diberikan pada mesin dapat diubah menjadi tenaga mekanik sedang sebagian lagi tersisa sebagai panas. Panas yang tersisa tersebut akan diserap oleh bahan pendingin yang ada pada dinding-dinding bagian tabung silinder yang membentuk ruang pembakaran, demikian pula bagian-bagian dari kepala silinder didinginkan dengan air. Sedangkan untuk piston didinginkan dengan minyak pelumas dan panas yang diresap oleh minyak pendingin itu kemudian disalurkan melewati alat pendingin minyak, dimana panas tersebut diresap oleh bahan pendingin. 

Pada mesin diesel dengan pemadat udara tekanan tinggi, udara yang telah dipadatken oleh turbocharger tersebut kemudian didinginkan oleh air didalam pendingin udara (intercooler), Pendinginan sirkulasi dengan radiator bersirip dan kipas (pendinginan dengan sirkuit) 

Cara Kerja Sistem Pendingin 

Pompa-pompa air 1 dan 2 memompa air kebagian-bagian mesin yarg memerlukan pendinginan dan kealat pendingin udara (intercooler) 3. Dari situ air pendingin kemudian melewati radiator dan kembali kepada pompa-pompa 1 dan 2. Didalam radiator terjadi pemindahan panas dari air pendingin ke udara yang melewati celah-celah radiator oleh dorongan kipas angin. Pada saat Genset baru dijalankan dan suhu dari bahan pendingin masih terlalu rendah, maka oleh thermostat 5, air pendingin tersebut dipaksa melalui jalan potong atau bypass 6 kembali kepompa. Dengan demikian maka air akan lebih cepat mencapai suhu yang diperlukan untuk operasi. Bila suhu tersebut telah tercapai maka air pendingin akan melalui jalan sirkulasi yang sebenarnya secara otomatis. 


Gambar 3. Sistem pendinginan (sistem sirkulasi dengan 2 Sirkuit) 
1. Pompa air untuk pendingin mesin 
2. Pompa air untuk pendinginan intercooler 
3. Inter cooler (Alat pendingin udara yang telah dipanaskan) 
4. Radiator 
5. Thermostat 
6. Bypass (jalan potong) 
7. Saluran pengembalian lewat radiator 
8. Kipas. 

Susunan Konstruksi Pada Generator 


Gambar 4. Sistem konstruksi Generator 
1. Stator 
2. Rotor 
3. Exciter Rotor 
4. Exciter Stator 
5. N.D.E. Bracket 
6. Cover N.D.E 
7. Bearing ‘O’ Ring N.D.E 
8. Bearing N.D.E 
9. Bearing Circlip N.D.E 
10. D.E.Bracket?Engine Adaptor 
11. D.E.Screen 
12. Coupling Disc 
13. Coupling Bolt 
14. Foot 
15. Frame Cover Bottom 
16. Frame Cover Top 
17. Air Inlert Cover 
18. Terminal Box Lid 
19. Endpanel D.E 
20. Endpanel N.D.E 
21. AVR 
22. Side Panel 
23. AVR Mounting Bracket 
24. Main Rectifier Assembly – Forward 
25. Main Rectifier Assembly – Reverse 
26. Varistor 
27. Dioda Forward Polarity 
28. Dioda Reverse Polarity 
29. Lifting Lug D.E 
30. Lifting Lug N.D.E 
31. Frame to Endbracket Adaptor Ring 
32. Main Terminal Panel 
33. Terminal Link 
34. Edging Strip 
35. Fan 
36. Foot Mounting Spacer 
37. Cap Screw 
38. AVR Access Cover 
39. AVR Anti Vibration Mounting Assembly 
40. Auxiliary Terminal Assembly